Mengungkap Keindahan dan Sejarah Astana Giri Bangun

Astana Giri Bangun, Kompleks makam mangkunegaraan

Sakatourtravel.com – Astana Giri Bangun, atau dikenal juga sebagai kompleks makam Mangkunegaraan, terletak di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Berada di ketinggian 666 meter di atas permukaan laut, tempat ini menjadi saksi bisu perjalanan keluarga Cendana. Udara segar dan sejuk menjadikan Astana Giri Bangun tak hanya tempat pemakaman, tetapi juga warisan sejarah yang memukau.

Menyingkap Asal Usul Astana Giri Bangun

Dibangun pada tahun 1974, Astana Giri Bangun awalnya dirancang sebagai tempat peristirahatan keluarga Cendana. Khususnya untuk Presiden kedua Indonesia, Soeharto, bersama dengan istri dan keluarganya. Ketika memasuki kompleks ini, Anda akan ditemui oleh petugas yang ramah, memberikan izin untuk menjelajahi makam keluarga Cendana.

Kompleks makam mangkunegaraan

Meresapi Kompleks Makam Mangkunegaraan

Tempat ini terbagi menjadi tiga kompleks utama, yakni Argo Tuwuh, Argo Kembang, dan Argo Sari. Argo Tuwuh dikhususkan untuk pegawai dan keluarga Mangkunegaraan, sementara Argo Kembang diperuntukkan bagi pengurus pleno dan seksi dari Yayasan Mangadeg beserta keluarga Mangkunegara.

Baca Juga : Pantai Goa Cemara

Argo Sari: Keindahan dan Kepiawaian Seni Jawa

Sebelum mencapai kompleks ketiga, pengunjung akan melalui bagian depan Argo Sari yang disebut sebagai Teras Argo Sari. Teras Cungkup Argo Sari menjadi tempat peristirahatan bagi keluarga besar Cendana, termasuk anak cucunya.

Argo Sari sendiri menjadi tempat peristirahatan terakhir Soeharto, Ibu Tien Suharto, serta kedua orang tua Siti Hartinah Soeharto. Bangunan Argo Sari menghadirkan arsitektur Jawa joglo dengan ukiran khas Jepara dan teras marmer dari Tulung Agung. Di sini, Anda akan menemukan Masjid Giri Bangun yang unik serta Wisma Leren, tempat bagi keluarga Cendana yang berziarah ke Astana Giri Bangun.

Artikel Terkait :  Dusun Mlangi, Jejak Sejarah dan Pesona Keagamaan di Nogotirto, Sleman

Biaya Masuk dan Akses Lokasi

Penting untuk dicatat bahwa tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi kompleks makam Mangkunegaraan ini. Cukup tunjukkan kartu tanda penduduk Anda kepada petugas untuk mendapatkan izin. Akses ke lokasi dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan umum atau pribadi, baik roda dua maupun roda empat.

Rekomendasi Penginapan dan Destinasi Terdekat

Sementara di sekitar lokasi belum terdapat penginapan yang memadai, beberapa hotel terdekat di Kota Solo yang dapat dipertimbangkan adalah Best Western Premier Hotel dan Novotel Solo Hotel. Jangan lupa untuk menjelajahi destinasi menarik lain di Solo, seperti Kraton Surakarta dan Taman Satwa Taru Jurug, untuk melengkapi pengalaman wisata Anda.

Dengan demikian, Astana Giri Bangun bukan hanya makam keluarga Cendana, melainkan warisan sejarah yang mengajak pengunjung merenung dan menikmati keindahan budaya Jawa yang kaya. Sebuah perjalanan yang menggugah hati dan menyatu dengan sejarah keluarga besar Indonesia.

Baca Juga :Paket Honeymoon Jogja Murah

Incoming search terms:

  • mangkunegaraan
  • keluarga cendana
  • sejarah astana giribangun
  • alamat makam soeharto
  • astana giri bangun
  • astana giri layu
  • desa girilayu
  • komplek cendana soeharto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *